Selasa, 14 Agustus 2018

Gejala Alergi Protein Susu Yang Dapat Membahayakn Tubuh


Alergi protein susu memang kadangkala dijumpai pada bayi. Tapi, hanya 2 hingga 7 persen bayi yang mengalami alergi jenis ini. Alergi terhadap susu terjadi akibat dari sistem kekebalan tubuh bayi yang bereaksi dengan protein yang ada di dalam susu sapi. Selain itu, organ organ tubuh bayi juga masih sensitif akibat dari proses adaptasi untuk menerima hal hal baru. Namun alergi terhadap susu akan hilang seiring berjalannya waktu. Biasanya alergi ini akan sembuh dengan sendirinya ketika bayi sudah memasuki usia 4 tahun dan hanya sedikit yang membawa alergi ini hingga dewasa. Selain dari susu sapi, susu yang berasal dari kambing, domba, dan hewan menyususi lainnya juga dapat mengakibatkan reaksi alergi susu. Reaksi jenis ini biasanya akan muncul setelah beberapa menit hingga jam setelah zat alergen masuk ke dalam tubuh. 

Intoleransi protein susu dan intolernasi laktosa dengan alergi susu merupakan hal yang berbeda. Intoleransi merupakan ketidakmampuan tubuh dalam menerima suatu zat dan tidak ada hubungannya dengan sistem kekebalan tubuh. Pengobatan dan gejalanya pun berbeda dengan alergi susu . Sedangkan alergi protein susu adalah reaksi yang muncul akibat gangguan pada sistem kekebalan tubuh yang menganggap protein susu sebagai zat yang berbahaya. Hal ini kemudian memicu sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi immunoglobulin E yang nantinya menetralkan alergen tersebut. Proses ini menghasilkan pelepasan histamine dan zat kimia lain didalam tubuh kemudian muncullah reaksi alergi tertentu pada tubuh. Ada dua kandungan dalam susu yang biasanya mengakibatkan alergi protein susu yaitu kasein dan whey. Kasein atau sering disebut sebagai dadih seringkali ditemukan pada bagian susu yang padat, sedangkan whey seringkali ditemukan pada bagian susu yang cair yang tetap ada meskipun susu sudah mengental. Ada beberapa faktor yang memicu alergi susu pada anak. Faktor faktor tersebut dalah : 

· Alergi terhadap makanan lain yang biasanya berkembang setelah alergi susu muncul 
· Adanya riwayat kelurga yang mengidap alergi misalnya rhinitis, asma, dan eksim 
· Biasanya alergi muncul pada anak dan membaik dengan sendirinya seiring dengan sistem pencernaan yang berkembang secara baik setelah tumbuh dewasa 
· Anak yang mengidap dermatitis atopik atau peradangan kulit kronis 
· Usia juga mempengaruhi timbulnya alergi susu. Biasanya pada usia anak anak atau bayi akan lebih sering terjadi alergi susu. Namun seiring pertumbuhan, alergi tersebut akan membaik dengan sendirinya. 

Alergi protein susu pada bayi dapat diketahui melalui gejala gejala yang mungkin timbul setelahnya. Gejala tersebut bisa muncul beberapa menit bahkan beberapa jam setelah mengonsumsi susu.:Gejala gejala diatas dapat dibagi menjadi 3 pola klinis respon alergi. Berikut ini gejala gejala yang biasanya muncul pada bayi yang terindikasi alergi terhadap protein susu : 

1. Reaksi cepat, di reaksi cepat akan muncul gejala dalam waktu kurang lebih 45 menit setelah mengonsumsi sus sapi. Tanda tanda yang muncul dari reaksi cepat ini berupa bintik atau ruam merah pada kulit bayi, rasa gatal yang bisa mengakibatkan bengkak, gangguan sistem saluran pernapasan seperti bersin, napas berbunyi (biasanya berbunyi ‘ngik’), dan mata merah 

2. Reaksi sedang, reaksi sedang akan muncul dalam kurun waktu 45 menit – 20 jam setelah meminum susu sapi atau olahannya. Tanda tanda yang akan muncul berupa muntah dan diare. Bahkan ketika sudah parah diare bisa disertai adanya darah dalam tinja 

3. Reaksi lambat. Reaksi ini memiliki rentang waktu yang agak lama dan mungkin terlihat setelah 20 jam. Gejala yang mungkin muncul yaitu diare, konstipasi (sulit BAB), dan dermatitis (eksim kulit) 

Bila gejala tersebut semakin parah, maka anak dapat mengalami anafilaksis. Anafilaksis adalah kondisi dimana anak atau bayi mengalami susah bernapasa akibat respon alergi yang terjadi menyumbat dan menghalangi saluran pernapasan. Anafilaksis merupakan kondisi yang membahayakan karena dapat menyebabkan kematian dan membutuhkan penanganan khusus seperti menyuntikkan obat epinefrin ke anak. 

Meskipun alergi protein susu umumnya terjadi pada anak. Tidak menutup kemungkinan orang dewasa juga mengidap alergi jenis ini. Gejala gejal ayang timbul pun sebenarnya tidak jauh berbeda dengan gejala yang timbul pada anak dan bayi seperti timbulnya ruam merah yang menjalar dimulai dari mulut. Atau muncul gejala pada sistem pencernaan seperti kram perut, perut kembang, mual dan muntah. Dan bisa juga menyerang sistem pernafasan seperti sulit BAB dan diare. Alergi susu pada usia dewasa biasanya akan muncul pada usia 30-40 an. Anda tentunya harus lebih ekstra hati hati ketika hendak mengonsumsi makanan, dimana makanan orang dewasa biasanya akan banyak mengandung komposisi yang lebih beragam dan banyak pula yang mengandung olahan susu dalam berbagai bentuk.


Emoticon Emoticon