Jumat, 29 September 2017

Kota Baru Meikarta, Solusi Hunian Masa Depan dan Polemik Perizinan


Seperti telah kita ketahui bahwa negara Indonesia merupakan negara yang memiliki kepadatan penduduk yang cukup tinggi. Kepadatan penduduk ini dipicu oleh pemerataan penduduk yang tidak merata pada daerah-daerah di Indonesia. Rata-rata penduduk lebih banyak menempati kota-kota besar, seperti Jakarta atau Bekasi. Masyarakat dari berbagai daerah berbondong-bondong pindah ke kota besar untuk mengadu nasib. Sebagian dari penduduk yang ada di kota besar belum memiliki tempat tinggal yang nyaman dan tetap. Banyaknya masyarakat yang berbondong-bondong bekerja di kota besar menimbulkan berbagai persoalan baru. Seperti persoalan tempat tinggal. Kini, hadirlah sebuah kota bernama Meikarta yang menjadi solusi bagi masyarakat khususnya yang belum memiliki tempat tinggal yang tetap. Proyek ini disebut Meikarta Cikarang karena letaknya di daerah yang strategis, sebagai daerah penyokong ibu kota Jakarta dan penghubung ke pusat Jawa Barat yaitu Cikarang.

Meikarta merupakan sebuah mega proyek hunian yang diprediksikan akan menjadi primadona bagi masyarakat yang tinggal di kota besar seperti Jakarta. Proyek Meikarta ini merupakan proyek yang digagas oleh Lippo Group, yakni sebuah perusahaan properti besar yang ada di Indonesia. Proyek yang berdiri di kawasan Cikarang ini mengusung tema negara yang berbeda pada setiap huniannya. Ada yang bertemakan hunian tipe Asia, Eropa, hingga tipe Amerika. Proyek yang berdiri di tanah proyek ini telah dimulai sejak beberapa tahun yang lalu, dan direncanakan akan siap dihuni pada akhir tahun 2018 mendatang.

Fasilitas Menarik di Meikarta
Hunian yang diprediksikan akan menjadi “Second Jakarta” ini didukung oleh berbagai fasilitas-fasilitas umum yang sangat menarik. Beberapa fasilitas yang akan hadir di kota Meikarta bebrapa diantaranya, yaitu:
  • Danau Kota
  • Taman Bermain
  • Terdapat 7 kawasan pabrik di sekitar Meikarta
  • Patimban Deep Seaport
  • Kereta api cepat dengan rute Jakarta – Bekasi- Cikarang – Bandung
  • Adanya APM Monorail untuk menghubungkan kota – kota di sekitar Meikarta
  • Adanya jalan tol Jakarta – Cikampek dengan teknologi elevated highway.
Seluruh fasilitas-fasilitas yang ada pada kota ini adalah fasilitas utama yang umunya dibutuhkan oleh warga kota. Hal tersebut memicu besarnya antusiasme masyarakat yang ingin memiliki hunian di Meikarta Cikarang ini.

Harga Hunian di Meikarta
Sebagai hunian yang berdiri di atas kawasan antara dua kota besar yaitu Jakarta dan Bandung. Meikarta termasuk hunian yang murah dan terjangkau. Chief Marketing Officer (CMO) dari Lippo Group, Homes Jopy Rusli menyampaikan bahwa harga yang dipatok untuk sebuah unit hunian apartemen di Meikarta sekitar Rp127 jutaan. Dengan berbagai fasilitas dan didukung oleh letaknya yang strategis, harga hunian ini tergolong sangat murah. Oleh sebab itu, animo masyarakat sangat bagus terhadap pembangunan hunian ini.

Dengan letaknya yang strategis dan infrastruktur yang lengkap tentunya akan memudahkan pergerakan penghuni, karena tidak mengalami hambatan dalam melakukan kegiatan. Dengan kisaran harga per unit yang tidak lebih dari 150 juta, penghuni Meikarta dimanjakan dengan danau buatan seluas 25 hektar, dan sebesar 100 hektar grand central park. Suasana asri juga menambah daya tarik hunian ini, yaitu dengan hadirnya hutan kota nan hijau.

Banyaknya kelebihan yang dimiliki membuat Meikarta menjadi pilihan hunian yang tepat. Meikarta menawarkan banyak fasilitas dan kemudahan baik untuk penghuni maupun untuk investor.

Pro – Kontra Polemik Perizinan Meikarta Cikarang
Dibalik antusiame masyarakat terhadap hadirnya primadona kota baru Meikarta ini ternyata tersimpan pro dan kontra terkait masalah perizinan Meikarta yang belum selesai. Dilansir dari Tirto.id yang diterbitkan pada 2 Agustus 2017 lalu, Wakil Gubernur Jawa Barat , Deddy Mizwar mengatakan bahwa hingga saat ini, pihak Lippo Group belum mendaftarkan perizinan mengenai pembangunan hunian Meikarta. Pernyataan ini berkebalikan dengan penyataan yang diungkapkan oleh Direktur Komunikasi Lippo Group, Danang Kemayan Jati. Beliau mengatakan bahwa dua perwakilan dari pihak Lippo Group telah menemui Wakil gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar untuk mengusulkan perizinan berdirinya kawasan Meikarta pada sekitar bulan Mei 2017 lalu.

Masalah perizinan yang sampai saat ini masih dalam proses, sebenarnya telah diatur ketentuannya dalam peraturan daerah. Berdasarkan pasal 10 E dan F Peraturan Daerah No.12 Tahun 2014, menyatakan bahwa wilayah Bekasi tergolong kawasan yang segala perizinannya di bawah pengelolaan dan kewenangan pemerintah kabupaten atau kota, serta untuk proyek lintas daerah perizinannya harus berdasarkan atas rekomendasi dari pemerintah provinsi atau gubernur setempat.

Itulah beberapa informasi terkait pembangunan Meikarta Cikarang yang menjadi primadona namun juga masih terganjal masalah perizinan yang belum kunjung tuntas. Semoga persoalan perizinan ini segera selesai dan masyarakat dapat menempati hunian Meikarta Cikarang pada waktu yang telah diprediksikan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca.

Sumber :


Emoticon Emoticon