Selasa, 29 Agustus 2017

Inilah Beberapa Cara Membangun Rumah Agar Sesuai Budget


Siapapun yang memiliki rencana untuk membangun rumah tentu akan ditanyai atau bahkan bertanya pada pihak pembangun akan masalah biaya. Memang, biaya pembangunan rumah tidak bisa dianggap sepele mengingat nominalnya yang sungguh besar. Namun, bagaimana kontraktor Anda (atau Anda sendiri) dapat mengetahui besarnya biaya yang harus Anda keluarkan sebelum membangun rumah jika Anda tidak mengetahui dengan pasti akan seperti apa rumah Anda akan dibangun?

Setelah Anda menjelaskan dengan detail seluruh kebutuhan dan keinginan Anda kepada pihak kontraktor, barulah Anda akan mengetahui besarnya kisaran biaya yang perlu Anda keluarkan untuk pembanguan atau renovasi rumah idaman. Namun, ketika sudah tahu pasti besarnya biaya proyek, apakah ada jaminan bahwa Anda tidak perlu mengeluarkan uang lagi di kemudian hari? Belum tentu.

Ketika pekerjaan sudah berjalan setengah jalan, bisa saja Anda malah menghadapi beberapa masalah yang mengharuskan Anda mengeluarkan dana lebih di luar yang telah disepakati dalam RAB (Rancangan Anggaran Biaya).

Kalau sudah begini, rencana keuangan Anda tentu akan menjadi berantakan. Nah, untuk menghindarkan Anda dari kemungkinan Anda mengeluarkan biaya tambahan saat pekerjaan sedang berlangsung, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan, semisal:

1. Ketahui proyek dengan betul
Baik itu pembangunan rumah dari nol, renovasi major atau minor seperti perbaikan kamar mandi, atau mendesain ulang dapur, setiap pekerjaan memiliki metode penghitungan bujet yang berbeda-beda. Dengan mengetahui dengan pasti sebuah pekerjaan, Anda akan dapat membuat rencana keuangan yang tepat, sehingga kemungkinan akan adanya biaya tambahan dapat diminimalisir sebaik mungkin.

2. Ketahui material apa yang digunakan
Hindari kebiasaan menyerahkan urusan renovasi sepenuhnya kepada pihak kontraktor, dan duduk manis sampai Anda menerima kunci tanda jadi. Ada baiknya Anda juga mencari tahu macam-macam material bangunan yang ada di pasaran, beserta kualitas dan harganya masing-masing. Jangan sampai Anda tertipu pihak kontraktor nakal, seperti kontraktor yang membelikan Anda material yang kualitasnya terlalu rendah atau harganya terlalu mahal sehingga nilainya akan melebihi rencana anggaran Anda sebelumnya.

3. Alokasikan untuk biaya pembuatan aksen pada furniture
Pada beberapa bagian rumah, mungkin Anda ingin memberikan sedikit aksen hiasan agar terkesan unik dan indah. Biasanya, semakin tidak umum keinginan Anda, semakin besar juga biaya ekstra yang perlu Anda bayar. Misalnya pada bagian dapur, mungkin Anda ingin ada sesuatu yang berbeda pada bagian wastafel, atau misalnya pada bagian pintu. Tidak ada salahnya menghabiskan sedikit uang untuk sesuatu yang akan membuat perasaan Anda bahagia, namun pastikan Anda telah mengalokasikan biaya ini ke dalam rencana keuangna sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan uang lagi di luar rencana.

4. Miliki rencana matang
Salah satu langkah terpenting agar Anda mampu memanfaatkan bujet Anda dengan semaksimal mungkin adaah dengan memiliki rencana pembangunan yang matang. Selama pengerjaan, rencana tersebut lah yang akan menjadi patokan Anda ketika mengeluarkan dana.

5. Ikuti aturan hukum yang berlaku
Membangun rumah di Indonesia tentu tidak boleh sembarangan. Ada beberapa peraturan perijinan yang diatur dalam undang-undang yang wajib Anda taati. Memang hal ini tidak akan langsung berdampak pada membengkaknya bujet Anda, namun, apabila di suatu hari Anda tiba-tida ditanyakan surat-surat berharga rumah, dan kebetulan Anda tidak  mengurusnya, Anda akan terkena jerat tindak pidana dengan sanksi materi yang nominalnya tidak bisa dikatakan sedikit.

Nah, begitulah cara sederhana yang dapat bermanfaat untuk Anda yang tidak ingin biaya pekerjaan pembangunan rumah melenceng dari rencana bujet awal.

1 komentar so far

Kalau sekarang sih sudah banyak rumah murah. Bahkan di spinggiran Surabaya mulai banyak tuh tanah kavling yang dijual. Tinggal pilih menyesuaikan budget dan lokasi. Karena membangun rumah tidak hanya harus murah, tapi lokasi untuk mengakses tempat umum harus bisa mudah.
Tapi kalau bidget minim, pasrah aja sama bapak tukangnya. Hehehe


Emoticon Emoticon