Kamis, 12 Januari 2017

Vaping Bukan Solusi Sehat untuk Perokok



Pernah berpikir untuk berhenti merokok?

Menghilangkan kebiasaan buruk, sehari sebungkus, atau bahkan lebih. Maka tak jarang banyak yang tertarik dengan rokok elektrik atau yang sering disebut dengan vaping. Ketika lagi trend rokok elektrik, para perokok tergiur untuk merubah pola merokoknya yang dari konvensional ke elektrik. Beranggapan bahwa rokok eletrik aman dari penyakit, karena tidak mengandung “Tar” yang biasa pada rokok konvensional, namun liquid dari rokok elektrik ada yang khusus untuk liquid niikotin (candu).

Asap lebih tebal?
Yup, asap rokok elektrik lebih tebal dan banyak dari pada rokok biasa, bisa dibayangkan jika liquid yang kita pakai mengandung nikotin? Bukankan dampaknya lebih buruh untuk orang sekitar karena asapnya lebih banyak?

Dibandingkan dengan rokok biasa, vaping lebih murah untuk pemakaianya, namun mahal untuk peralatannya, terlebih lagi untuk alat yang lebih bagus. Harga peralatan yang murah sangatlah rawan bagi penggunanya, terlebih lagi suatu saat mungkin bisa saja meledak? Apa itu yang anda harapkan?
Tentu tidak, rokok elektrik berbahaya jika dipakai terlalu berlebihan, apalagi kalau tidak memperhatikan cara pemakaiannya, bisa meregut nyawa pemakainya.
Seperti yang termuat di doktersehat.com , ada beberapa bahaya dari rokok elektrik;

Adiksi
Vaping merupakan cara baru memasukkan nikotin dalam tubuh. Nikotin mengakibatkan efek buruk terhadap tubuh yaitu adrenalin meningkat, tekanan darah meningkat dan juga mengakibatkan ketagihan.


Keracunan

Terdapat sebuah kasus kematian anak karena hal ini. Namun resiko kemungkin ini terjadi tidaklah terlalu besar, namun harus dihindari.


Bahaya terhadap sistem pernapasan

Ada peringatan dari pabrik rokok elektrik yang menyatakan :Bagi konsumen yang memiliki penyakit paru (misalnya asma, PPOK, bronkitis, pneumonia) uap yang dihasilkan rokok elektronik dapat menimbulkan serangan asma, sesak napas, dan batuk. Jangan gunakan produk ini jika mengalami keadaan di atas. Hal ini

Menurut WHO, uap rokok elektrik mengandung zat kimia berbahaya yang dapat menimbulkan polusi udara. Menurut BPOM, rokok elektrik mengandung nikotin cair dan bahan pelarut propilen glikol, dieter glikol, dan gliserin. Jika semua bahan itu dipanaskan akan menghasilkan senyawa nitrosamine. Senyawa tersebut dapat menyebabkan kanker. Beberapa penelitian juga menemukan bahwa rokok elektrik dapat memicu inflamasi dalam tubuh, infeksi paru-paru dan meningkatkan risiko asma, stroke serta penyakit jantung.


2 komentar

Semoga aja bisa keluar dari zona vaping dan rokok yang dimana mana ada bahaya masing masing hehehe

pian nih katuju vaping lah hahahaa


Emoticon Emoticon