Senin, 19 Desember 2016

Metode Menghafal Al-Qur'an


Qiibet.com - Ada banyak metode yang biasa dipakai untuk menghafal Al-Quran di rumah-rumah tahfidz. Salah satu cara menghafal yang biasa dipakai adalah dengan cara drilling. Jika anda ingin menambah hafalan baru pada hari berikutnya, maka sebelum menambah dengan hafalan baru, maka anda harus membaca hafalan lama dari ayat pertama hingga terakhir sebanyak 20 kali juga. Hal ini supaya hafalan tersebut kokoh dan kuat dalam ingatan anda, kemudian anda memulai hafalan baru dengan cara yang sama seperti yang anda lakukan ketika menghafal ayat-ayat sebelumnya.

Jangan sekali-kali anda menambah hafalan tanpa mengulang hafalan yang sudah ada sebelumya, karena jika anda menghafal alquran terus-menerus tanpa mengulangnya terlebih dahulu hingga bisa menyelesaikan semua Al Quran, kemudian anda ingin mengulangnya dari awal niscaya hal itu akan terasa berat sekali, karena secara tidak disadari anda akan banyak kehilangan hafalan yang pernah dihafal dan seolah-olah menghafal dari nol, oleh karenaitu cara yang paling baik dalam meghafal al quran adalah denganmengumpulkan antara murajaah (mengulang) dan menambahhafalan baru.

Masih banyak terdapat cara menghafal kitab suci Al Qur’an ini, beberapa metode lainnya yang di terapkan oleh PTIQ, (Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an) Jakarta. PTIQ adalah lembaga pendidikan tinggi yang mengharuskan ma- hasiswanya untuk menghafal Al-Qur’an baik sebagian maupun seluruh Al-Qur’an. Di lembaga ini diterapkan tiga metode, dan mahasiswa dipersilakan memilih salah satunya. Ketiga metode dimaksud ialah:

-Metode S (seluruhnya), yaitu metode di mana mahasiswa membaca satu halaman dari baris pertama sampai baris terakhir secara beru- lang-ulang sampai hafal.

-Metode B (bagian), yaitu menghafal ayat demi ayat atau kalimat demi kalimat yang dirangkaikan sampai satu halaman.

-Metode C (campuran), yaitu kombinasi antara metode S dan B. Dalam metode ini mula-mula mahasiswa membaca satu halaman berulang-ulang, kemudian pada bagian tertentu dihafal tersendiri, lantas diulang-ulang kembali secara keseluruhan.

Di antara ketiga metode tersebut, yang terakhir tampaknya paling banyak dipakai orang dalam menghafal Al-Qur’an. Inilah, dalam prakteknya, yang biasanya dilakukan calon penghafal Al-Qur’an.

Yang paling mula ialah dia membaca seluruh ayat yang hendak di- hafalkan dalam satu halaman dengan cara melihat mushhaf (bi al- nazhar). Dia membacanya berulang-ulang sambil mengamatinya dengan cermat, sehingga memperoleh gambaran menyeluruh ten- tang lafal maupun urutan ayat -ayatnya. Perlu ditekankan, hendaknya dia membaca ayat-ayat tersebut dengan benar dan cermat, baik huruf, harakat maupun panjang-pendeknya, supaya yang masuk ke dalam memori pada fase paling awal adalah bacaan yang benar. Membaca dengan benar juga membantu penghafalan dan pemeliharaan Al-Qur’an secara lebih mudah.


Emoticon Emoticon